Rabu, 07 September 2011

Hikage on Japan??

Ok ok... sebelum membaca, sekali lagi saia ingatkan. Ini hanya cerita bodoh yang berasal dari Imajinasi-ku belaka. Gak ada hubungannya sama dunia nyata dan yang lainnya, hanya sebatas Mimpi yang gak mungkin jadi Kenyataan. Kalo emang jadi kenyataan, Alhamdullilah banget~ (ngarep mode.on)



-Nama,Tempat dan Tokoh tidak ada terjadi dalam dunia nyata dan hanya terjadi dalam dunia Imajinasi belaka dengan kata lain FIKSI-
-Cerita akan menggunakan bahasa Jepang dan Indonesia (Sekalian belajar bahasa Jepang gitu yah-
-Cerita akan mengandung bermacam informasi yang mungkin berguna-

hem... ok kita mulai aja ceritanya ya~


Yoshhh... Kyō wa watashi no hajimete Nippon ni kita (hari ini hari pertamaku datang ke Jepang).Jaa jitsu wa.. watashi wa (Dan... sebetulnya aku..) diundang oleh salah satu perusahaan stasiun TV Swasta di Jepang untuk bekerja disana selama setengah tahun sebagai Desain Grafis periklanan dan video. Karena mereka melihat di Workshop of Desain of Video and Animation Indonesia - Japan tahun 20XX salah satu video yang kubuat disana. Kebetulan saat itu aku memakai beberapa lagu dari band Jepang dan aku mix lagu itu kedalam video yang kubuat seperti animasi disana. Lalu 3 bulan setelah itu, aku menerima undangan untuk bekerja di Jepang selama setengah tahun sebagai masa uji coba disana dan dengan syarat kalau aku bisa membuat video clip music yang bisa disukai banyak orang maka aku secara resmi diterima bekerja disana. Dengan masa uji coba 6 bulan ini aku akan berusaha! \(>o<)/
 -theme song: Hey! Say! Jump - Ganbarettsugo!-

 Aku berangkat dari Indonesia ke Jepang, negeri Sakura itu dengan penerbangan pertama dari bandara Soekarno Hatta. Perjalananku dengan pesawat ke negeri bunga Sakura memakan waktu hampir setengah hari lebih. Selama perjalanan aku menulis macam-macam konsep untuk video dari musik-musik Jepang yang kudengar dengan Iphone. Setiap aku mendengarkan lagu, aku menutup mataku dan membayangkan apa yang akan diletakkan dalam video itu. Didalam pikiranku akan terlihat bermacam-macam gerakan tari yang akan dipakai dan background serta efek yang akan digunakan, sebelum lupa aku tulis semua itu dalam buku notesku dengan cover bunga Sakura dan tangga nada berwarna merah. Editorku yang memberikannya padaku pada hari pertama bekerja di perusahaannya di Indonesia, didalamnya sudah penuh dengan berbagai konsep yang sudah digunakan untuk pekerjaanku. Dan hasilnya? Banyak yang menyukainya. Bahkan tak jarang aku diminta untuk membantu membuat animasi di sana. Namun sayang, animasi Indonesia tidak laku dijual di negaranya. Untuk menjualnya ke Indonesia, kita harus men-dubbing/ mengisi suara animasi dengan kerja sama orang luar negri, seperti Singapura, Malaysia,dan lainnya baru bisa dijual ke Indonesia. Padahal yang mereka tonton di TV juga hasil karya anak bangsa sendiri. Hak cipta animasi buatan Indonesia tidak diakuin oleh negara sendiri, menyedihkan bukan.

Karena itu, aku berusaha keras di perusahaanku dan mendapat kesempatan untuk pergi ke Jepang untuk bekerja disana. Aku akan berusaha lebihhhhh keras lagi dari yang sebelumnya!

Pesawat akan siap mendarat dalam beberapa saat lagi, silahkan kencangkan sabuk pengaman anda dan jangan sampai ada yang tertinggal didalam pesawat. Terimakasih.

Oh...pesawatnya mau mendarat. Aku memasukan buku notesku kedalam tas dan mengencangkan sabuk pengaman. Sebetulnya ini bukan pertama kalinya aku naik pesawat, tapi aku tetap takut naik pesawat. Demo aku beruntung, editorku Angga mau menemaniku sampai ke Jepang selama 5 hari disana.Dan lagi Angga pernah tinggal di Jepang selama 2 tahun untuk kuliah di Universitas Toudai, salah satu universitas ternama dan terkenal di Jepang yang konon kabarnya hanya orang yang pintar saja yang bisa masuk kesana. Kalau dibandingin sama Indonesia, mungkin setingkat sama Universitas Indonesia atau Institut Teknologi Bandung kali yah? Ya... tapi apapun itu, selama ada Angga, aku gak perlu ngerasa grogi buat perkenalan sama atasan baruku disana. Hehehehe

Pesawat mendarat dengan mulus di landasan bandara Narita, Tokyo- Japan. Wuaaahhh~~ kimochii (nyamannya~) udah capek nih duduk terus di pesawat. Aku dan Angga menuju loket kedatangan dan mencari Yamada-san yang akan menjemput kami berdua dibandara.Oh iya... namaku di Jepang adalah Hikage. Ehhhh kenapa pakai nama ituu? Karena copyright video yang ku ceritakan di workshop itu adalah nama Hikage. Mungkin nama itu udah jadi ciri khasku kali yah? Hahaha

Angga mencari Yamada-san namun tidak ketemu, akhirnya dia menghubungin Yamada-san lewat telpon. Oh iya! Hp yang dipakai di Jepang dan di Indonesia itu berbeda lohhh~ Di Jepang rata-rata semua orang memakai Hp merek Softbank. Merek itu yang paling terkenal disana, modelnya lipetan gitu tapi kalau buat nonton video atau yang lain layarnya bisa diubah jadi kayak Hp slide kesamping. Keren bangeeett! Tapi sayangnya, Hp itu cuma bisa dipake di Jepang aja gak bisa dipakai di Indonesia. Terusss kalo ganti nomer disana bearti ganti provider dan mesti bayar uang ganti rugi yang biayanya mahal dan lagi kalau mau jual Hp gak bakalan laku disana, disana gak ada yang jual Hp bekas meenn.

Beda banget ya sama Indonesia, Hp merek apa aja terkenal banget bahkan Hp yang mereknya aneeehhh sekali pun tetep terkenal, bisa dipake dimana aja kecuali di wilayah pegunungan atau terpencil,mau ganti nomer tinggal ke counter terus beli nomer baru yang harganya 2000-10.000an gak perlu bayar denda, layar Hp gak bisa di apa-apain gitu-gitu aja terus dan mau beli yang second banyaaakkk. Ckckckck....  beda banget yaaa -,-

Angga: Moshimoshi...Yamada-san. Anata wa doko ni iru no ka? Wareware wa kon, Naritakūkō ni tōchaku sa rete imasu. (Hallo...Yamada. Ada dimana kau sekarang? Kami sudah sampai di Bandara Narita sekarang.)
Yamada-san: Watashi wa kon Naritakūkō ni omoimasu. Koko de matsu. Watashi wa ima kitadarou! (Aku ada dibandara Narita. Tunggu disana. Aku akan kesana sekarang!)
Angga: Ii... wakatteru. Arigatō Yamada-san. (Baiklah..aku mengerti. Terima kasih Yamada.)
Yamada-san: Ie.. Dōita ne. Matta nee~ (Tidak...sama-sama. Tunggu yaa)

Angga memberitahuku kalau Yamada-san akan datang sebentar lagi. Yaa.. aku memang belum mengerti sepenuhnya bahasa Jepang, karena itu untuk masalah pekerjaan aku meminta untuk menggunakan bahasa Inggris disana. Dan untungnya dikabulkan~ Yokatta desu-nee~

Tapi ini pertama kalinya aku bertemu dengan Yamada-san, kalau dari namanya sih kayaknya laki-laki. Tapi berhubung di Jepang nama depan yang dipakai adalah marga keluarga dari Ayah dan nama belakang adalah nama yang ditetapkan dari keluarga aku kurang tahu Yamada itu laki-laki atau perempuan. Gak ngerti? Misalnya Tanaka Yuuichiro, maka Yuuichiro berasal dari keluarga Tanaka (marga dari keluarga Ayah) dan Yuuichiro nama yang ditetapkan oleh kedua orang tua.

Humm... di Jepang cukup hangat walaupun masih terasa cukup dingin. Ya.. soalnya musim dingin baru saja berlalu dan sekarang mulai memasuki musim semi. Untung aku mengikuti saran dari Angga untuk membawa jaket yang tebal, karena biarpun dibilang cukup hangat suhu udaranya masih dibawah normal. Dan udaranya cukup menusuk tulang bagi orang Indonesia yang baru pertama ke Jepang. Buat orang Jepang asli sih, suhu segini gak seberapa. Ckckckck... jadi iri sama yang tinggal di Jepang. -,-

Huachii... ukh baru segini aja udah bersin duluan. Gimana seterusnya coba? Ya Allah... semoga aku kuat ya Allah. Angga membelikanku kopi sus hangat dalam kaleng. Eh..lucu loh, mesin penjual otomatisnya jual minuman hangat. Uhh...coba di Indonesia juga ada yang begituan. Kan jadi enak, gak perlu lagi ke Indomaret, Alfmart, Carefour,Giant,dan warung kopi cuma buat beli minuman kayak gini. Tinggal masukin uang berupa koin seharga minuman itu dapet deh minumannya. Kalau ada di Indonesia mesin kayak gini, warkop gak laku kali yah? Mesin penjualnya ada dimana-mana, yang males ke warkop tinggal ke mesin penjual terus beli disana deh. Humm...minumannya enak banget~ jadi hangat deh badan sama tangan.

"Dasar. Udah dibilangin bawa sarung tangan sama syal kalo kesini, udaranya masih dingin ini. Nanti kena flu loh!" Kata Angga memarahiku.

Hiks...bukannya gak mau bawa, cuma emang gak nemu yang jual sarung tangan dan syal yang tebel. Gak tau kenapa, di Jepang ini penyakit yang paling sering muncul dan terkadang dibenci sebagian orang adalah Flu. Hah? Kenapa??! Katanya, kalo kena flu itu bearti virus udah masuk ketubuh jadi bisa kena penyakit lain yang lebih berbahaya. Dan kalo di komik-komik biasanya kalo tokoh utamanya kena flu nanti temen atau orang yang disukainya bakal dateng menjenguk dan membawa sesuatu yang bisa hilangin flu dengan cepat atau dibikinin bubur hangat. Kalo yang pacaran mah, katanya dengan 'ciuman' flu akan cepat sembuh tapi akan berpindah ke orang yang menciumnya. Weeew... kasian atuh pacarnya, jadi kena flu. Dan lucunya~ setiap abis scene 'menjenguk yang sakit' pasti bakalan jadian deh ujung-ujungnya. Itu kalo di komik genre percintaan dan kehidupan sehari-hari.

Eeeehhh!! Kok jadi malah ngebahas komik sih?? Salah salah salah salah! Siapa yang mulai? Hayoo ngakuu! Elu! eh...gue yak? Yaudah deh yuukk lanjut.

Sambil minum kopi susu hangat (dan dimarahin sama Angga), aku melihat seorang wanita cantik yang memakai jaket pink panjang sampai dengkul. Rambutnya hitam bergelombang, kulitnya putih mulus, pakai kacamata lensa bening dengan bingkai putih, cantik sekali, kayak salah tokoh wanita di komik yang keluar ke dunia nyata. Dia melihat kearahku dan dia melambaikan tangan sambil tersenyum, wahh... senyumnya cantik banget! Aku menarik-narik lengan jaket Angga dan menunjuk wanita itu. Angga menepuk kepalaku dan beranjak pergi kearah wanita itu.

"Tunggu disini ya" kata Angga. Aku masih terkagum-kagum dengan wanita itu sampai tidak mendengar apa yang dikatakan Angga. Wanita Jepang emang beda banget! Cantik banget! Sama kayak yang kulihat di mbah Google dan komik-komik. Suggooooiiii~~ (~OoO)~

Angga berbicara pada wanita itu, agak lama sih tapi sepertinya sedang menjelaskan sesuatu. Lalu Angga menunjuk kearahku dan membawa wanita itu kepadaku. Aku tertegun. Ga...gaawwwaattt.. apa yang harus ku katakan nih?? E..eetoo.. Yorōshiku.., atau... waakkh! Gawat! Aku panik!!

Wanita itu mendekat dan tersenyum lebar kepadaku. Wuaaahhh~ senyumannya sangat manis. Ada lesung pipitnya di pipinya dan matanya menjadi agak sipit saat tersenyum. Benar-benar cantik sekali~

"Anata wa Hikage-chan desu ne? Yorōshiku! Watashi wa Yamada Yuuki-des.( Kamu Hikage bukan? Salam kenal! Aku Yamada Yuuki)" kata wanita cantik itu sambil menunduk. Oh... namanya Yamada Yuuki-san toh. Cantiknya~

"Ah.. Ii. Watashi wa Hikage, dozō yorōshiku onegai shimasu Yamada-san. (Ah..iya. Aku Hikage, salam kenal dan mohon bantuannya Yamada-san.)" kataku sambil menunduk.

"Kochira kōsho. (sama-sama)" kata Yamada-san. "Hoi..hoi... Shite kudasai watashi to issho ni amarini mo teinei-go o shiyō shinaide kudasai. Chōdo ta no onaji yō ni, watashi to issho ni seijōna gengo o shiyō shite kudasai (Jangan menggunakan bahasa terlalu sopan dengan saya. Silakan gunakan bahasa normal dengan saya, sama seperti yang lain)" kata Yamada-san sambil tertawa kecil.

Yah.. orang Jepang kebanyakan gak mau diajak ngobrol pake bahasa yang baku dan sopan, sama kayak orang Indonesia dong. Kalo di ajak ngomong pake 'saya' dan 'anda' malesnya minta ampun! Kalo ada acara resmi aja baru dipakai. Ya.. paling gak pake 'aku' dan 'kamu' lah standarnya.

"Watashi dake Yūki yobu! (Panggil saja aku Yuuki!)" katanya lagi sambil tersenyum. Kelihatannya dia baik banget deh. Beruntung banget bisa ketemu orang sebaik dia di negeri antah berantah iniii~

Dan perjalananku sebagai Desain Grafis DI Jepang di MULAAAIII!!! \(>O<)/

--------------------------------------------PERHATIAN-----------------------------------------------

Mulai dari postingan ini aku akan memakai bahasa Indonesia sepenuhnya buat percakapan. Mungkin nanti bakal nyelip-nyelip dikit bahasa Jepangnya walau gak 100% keluar kayak percakapan di postingan ini.

Nah...nantikan kelanjutannya ya~
Jaa neee Minnaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar